DaerahUncategorized

Monumen Patung Letnan Nidin dan Letnan Soenardi Di situbondo

Situbondo, BNNews – Monumen patung Letnan Nidin dan Letnan Soenardi merupakan pemanis bagi pejalan kaki dan pengendara bermotor bagi siapa saja yang melihatnya. Patung Letnan Nidin dan Letnan Soenardi harusnya menjadi representasi simbol bagi penyemangat anak muda. Patung ini berada di depan Kodim 0823 di Jalan PB. Sudirman, Situbondo. Desain patung ini Letnan Nidin sedang menatap ke arah angin dan Letnan Soenardi sedang meratap ke depan seolah nampak melihat ke pengguna jalan.

Letnan I Soenardi (22 tahun) Perwira Siasat Batalyon 5 Resimen 40 Gugur Tanggal 21 Juli 1947 di Wringin Anom. Letnan I Nidin Sastro Prayitno (22 tahun) Komandan Seksi Gabungan Anggota Batalyon 5 dan Anggota Kelaskaran Gugur Tanggal 31 Agustus 1947 di Gladak Dualem Arjasa Situbondo.

Perjuangan Letnan I Soenardi dan Letnan I Nidin Sastro Prayitno dimulai sejak bulan Juli sampai Agustus 1947. Mengutip Dari Mariam Laila S, dalam skripsinya yang berjudul Laskar Sabilillah Pada Agresi Militer Belanda 1 Di Situbondo menjelaskan bahwa sejarah agres militer Belanda diakibatkan karena ambisi Belanda yang ingin merebut kembali tanah Indonesia.

Hal ini yang kemudian membuat para Laskar Sabillilah yang didominasi para ulama’ dan kyai geram melihat tingkah penjajah Belanda. Ditambah dengan keikutsertaan BKR atau yang dikenal hari ini dengan TNI membuat sinergitas antar keduanya semakin membara demi mempertahankan kemerdekaan negara.

Keikutsertaan TNI yang melibatkan Letnan Soenardi dan Letnan Nidin semakin tak terelakkan, perjuangan demi perjuangan dilakukan demi mempertahankan kemerdekaan negara. Namun waktu menandirkan keduanya gugur di tengah kemelut memperjuangakan kemerdekaan. Air mata dengan darah adalah saksi pengorbanan mereka di tanah Situbondo.

Tanah, rumput, dan senjata adalah makna nyata bagaimana Letnan Soenardi dan Letnan Nidin bersibaku memperjuangkan kemerdekaan di tanah Situbondo. Pembelajaran paling berharga yakni perjuangan haruslah dikenang. Meski hari ini keduanya hanya sebatas patung di pinggiran jalan PB Sudirman, tetapi nyatanya merah perjuangannya selalu menjadi panutan. Bukankah kita juga harus meniru hal baik itu? Nah, itu tergantung kalian..!

(Hadi Prayitno)

Comment here

sembilan + 1 =