Nasional

Seorang Wartawan Diduga Jadi Korban Kekerasan Oknum Polisi

JAKARTA – Haryawan salah satu wartawan Sinar Pagi jadi korban tindakan kekerasan oleh oknum sejumlah anggota polisi di dalam Markas Polda Metro Jaya (PMJ) pada hari Senin (30/10) malam kemarin. Usai meliput aksi unjuk rasa di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Jakarta.

“Usai sholat Isya di dalam Masjid Al-Kautsar Polda Metro Jaya, saya melihat banyak anggota kepolisian sedang ribut-ribut,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (01/10).

Saking penasarannya, kata dia, dirinya langsung mengeluarkan kamera dan mengambil video, gambar keributan tersebut. Tiba-tiba, diminta oleh petugas untuk menghapus rekaman vedio dan foto-foto yang telah diambilnya.

“Saya bilang dari wartawan Sinar Pagi, tapi tetap saja petugas memaksa minta dihapus,” ujar Hary.

Korbanpun, akhirnya menuruti permintaan petugas kepolisian karena adanya ancaman dan paksaan.

“Saat lagi berusaha menghapus, mereka beramai-ramai memukulnya dari belakang dan ada yang jenggut rambutnya hingga babak belur. Tak hanya itu, mata sebelah kanannya sampai mengeluarkan darah,” ujarnya.

Untuk menghindari amukan brutal dari oknum polisi, korban berlari dan berlindung di balai wartawan Polda Metro Jaya.

“Handphone dan kunci motor saya juga hilang,” katanya.

Atas kejadian tersebut, dia berharap, Kapolda Metro Jaya, Kabid Propam dan Mabes Polri menanggapi masalah kekerasan yang menimpa jurnalis

Hingga berita ini diturunkan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yowono belum membalas whatsaap untuk minta keterangannya.(khoer)

 

Sumber Beritautama.net

Comment here

tiga + tiga =