DaerahHukum

Seorang Pemuda Ditangkap SatRes Narkoba Polres Lumajang Karena Jual Pil Koplo

Lumajang, BNNews – Satuan Reserse Narkoba Polres Lumajang berhasil mengamankan 230 butir pil koplo dari seorang tersangka atas nama Ahmad Arianto (19) warga Dusun Kayu Enak Desa Kandang Tepus Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang.

Dirinya ditangkap di rumahnya dan ditemukan barang bukti berupa pil koplo dan uang tunai sejumlah Rp. 150.000. Dengan barang bukti tersebut sudah cukup membuat tersangka Ahmad untuk diseret ke jeruji besi. Untuk selanjutnya barang bukti diamankan di Mapolres Lumajang beserta pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Lumajang AKBP Dr Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menghimbau kepada generasi muda untuk menjauhi narkoba.

“Saya himbau kepada generasi muda Indonesia agar menjauhi narkoba. Masa depan kalian pasti hancur kalau sudah terjerat narkoba. Sebagai pemuda, harus siap jatuh bangun dalam meraih cita-cita. Janganlah sebuah kegagalan membuat jadi patah semangat dan kemudian melarikan diri ke narkoba. Kesenangan saat mengkonsumsi narkoba hanyalah fatamorgana belaka,” ungkap Arsal.

Barang bukti pil koplo dan sejumlah uang

Lebih lanjut, pria lulusan akademi kepolisian tahun 1998 yang juga sebagai inisiator terbentuknya Tim Cobra Polres Lumajang tersebut mengatakan akan terus mengkampanyekan perang terhadap kartel obat-obatan terlarang di wilayah Lumajang.

“Saya akan terus tangkap siapa saja yang berada di lingkaran hitam kartel obat obatan terlarang di wilayah Lumajang. Silahkan para pelaku untuk menghentikan perbuatannya, atau jika tidak maka bersiaplah untuk merayakan hari raya di balik jeruji besi,” tutup Kapolres.

Kasat Resnarkoba AKP Priyo Purwandito SH menjelaskan, “Sesuai perintah Kapolres, Saya akan terus kejar para pengedar Narkoba. Saya ingin Lumajang bebas dari penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang. Bagi masyarakat yang mengetahui tentang pengedar narkoba di wilayahnya, laporkan kepada kami. Pelapor akan kami rahasiakan identitasnya,” ujar Priyo.

Pelaku diketahui melanggar pasal 197 sub. 196 UURI No. 36 thn 2009 tentang kesehatan. Sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia, pelaku terancam kurungan penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal 1 milyar rupiah.

Reporter: Suatman
Editor: HWP

Comment here

+ 54 = enam puluh empat