DaerahHukum

Polres Lumajang : Ini Dia Profil Retno Si Penipu Tuhan Yang Mengaku Mucikari Di Jakarta, Batam, Dan Kalimantan

Lumajang Jawa Timur, BNNews – Babak baru kasus Retno alias Siska (56) yang berusaha memperdayai Tuhan, pria berumur 39 tahun warga Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang terus berlanjut. Dari introgasi oleh Tim Cobra didapatkanlah data. Senin (01/07/2019).

Ia lahir dari pasangan bapak bernama inisial S dan ibu M yg mana keduanya sudah meninggal dunia di daerah Desa Gunung Eleh Kecamatan Kedundung Kabupaten Sampang. Memiliki kakak kandung bernama N.A (55 th) yg ternyata juga bekerja sebagai mucikari di lokalisasi Nagoya di Kabupaten Batam, Kepulauan Riau.

Dalam jenjang pendidikan, ia hanya menyelesaikan hingga kelas 2 SMA karena dinikahkan dengan lelaki pilihan orang tuanya yg bernama T. 25 tahun hidup di kampung halaman, akhirnya ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta Utara selama 5 tahun di kramat Tunggak sebagai mucikari.

Karena tidak betah di ibukota, akhirnya iapun berusaha merubah peruntungan dengan pindah ke kota Sampit selama 3 tahun dengan bekerja sebagai mucikari. Iapun mulai melalang buana dengan berpindah ke Batam tepatnya lokalisasi Nagoya, juga sebagai mucikari selama 10 th.

Namun ditengah perjalanan kehidupan, ia mengaku pernah masuk kedalam lapas Sukamiskin selama 10 bulan karena terjerat masalah penipuan. Selain itu, dalam hiduonya ia juga mengaku pernah menikah dua kali yakni dengan Taufik yang kemudian mengalami perceraian serta dengan H (yang juga cerai tahun 2006). Dari kedua pernikahan ini, ia tidak memiliki anak.

Ada yang mengejutkan petugas, dimana pelaku mengaku bahwa alasanya menipu orang adalah untuk mendapatkan uang selanjutnya ia gunakan untuk berfoya foya dengan laki laki yg bukan suaminya. Dengan berkedok memiliki tambang batu bara di Kalimantan, memiliki villa di Bali, mempunyai Hotel di Banyuwangi, memiliki rumah di Jember serta tabungan sebanyak 115 Miliar Rupiah, ada saja warga yg tergiur dengan pengakuan tersebut.

Ia mengaku sebenarnya ingin kembali bekerja di Batam sebagai mucikari, karena ia tak memiliki ongkos pulang akhirnya ia pun menjalanlan aksi penipuan tersebut.

Meskipun orang tuanya meninggalkan rumah di kampung halaman dan sudah tak dihuni selama hampir 10 tahun terakhir, ia mengatakan tak punya pilihan untuk kembali ke Sampang karena terlanjur sudah tak di terima oleh warga sekitar setelah mengetahui pekerjaan nya sebagai mucikari.

Saat diamankan oleh petugas dari Polsek Pasirian, tak ditemukan pula kartu identitas yang melekat di tubuhnya. Ia mengatakan KTP nya hilang pada saat bekerja di Kramat Tunggak, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Meskipun seusai kehilangan KTP ia melaporkan ke Polsek setempat, namin ia tak melanjutkan untuk mengurus KTP tersebut.

Lantaran tak punya Kartu identitas, alhasil setiap kali berpindah kota maupun berpindah pulau ia tak pernah naik pesawat. Selain menggunakan kapal laut serta bus antar kota, ia juga pernah menggunakan becak untuk mendatangi mangsanya di rumah-rumah.

Dikonfirmasi di tempat lain, Kapolres Lumajang AKBP DR.Muhammad Arsal Sahban,SH.SIK.MM.MH mengatakan, pelaku sudah mengakui berbagai macam informasi yg dibutuhkan oleh penyidik,”pelaku sangat kooperatif dengan kami, sehingga pertanyaan demi pertanyaan dijawab dengan cepat. Namun demikian saya tak gampang percaya. Setiap pengakuan dari pelaku akan saya kroscek secara langsung terkait kebenaran nya,” kata Arsal.

“laporan banyak masuk setelah kami tangkap, termasuk ramainya pelaku di perbincangkan di medsos wilayah Garut pada tahun 2018 karena percobaan penipuan yang berulang. disana ia menggunakan nama Nurul Nuraini. berarti sudah ada 3 nama yang kami ketahui biasa di gunakan oleh pelaku yaitu Dwi Retno, Siska dan Nurul Nuraini. Kami akan pelajari apakah dia bermain sendiri atau sindikat,” ujar Arsal.

Kapolsek Pasirian Iptu Agus Sugiarto SH menyatakan, “sesuai perintah kapolres untuk dalami benar profil pelaku dan cermati aduan-aduan masyarakat yang masuk. untuk kami akan dalami semua laporan masyarakat. modus yang dilakukan cenderung sama dengan mengaku sebagai orang kaya yang memiliki usaha batubara dan hotel mewah dalam menjalankan aksinya untuk menipu. wilayahnya pun tergolong luar biasa, tahun 2018 banyak beroperasi diwilayah garut jawa barat,” pungkas Agus.

(Suatman/HWP)

Comment here

+ lima puluh tiga = lima puluh sembilan