DaerahHukum

Polda Metro Jaya Akan Menindak Tegas Pemakai Pelat Nomor Palsu Di Jakarta

Jakarta, BNNews – .Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono dalam keterangan persnya mengungkapkan, kalau pihaknya memiliki kewenangan untuk tidak melanjutkan proses hukum bagi pemilik kendaraan yang tidak merasa melanggar aturan lalu lintas. Salah satunya ialah bagi pemilik kendaraan yang pelatnya digandakan. Jumat, (02/07/2019).

Kapolda juga menjelaskan, kewenangan ini diambil setelah pemilik kendaraan melakukan klarifikasi atas surat yang dikirimkan oleh pihaknya perihal pelanggaran tersebut. Ketika E-TLE itu merekam ada pelanggaran lalu lintas, kami kan memberikan administrasi kepada pemilik kendaraan. Ketika pemilik kendaraan menerima (surat klarifikasi) dan mengatakan itu kendaraan bukan miliknya, maka Subdit Gakkum Ditlantas kan melakukan klarifikasi,.

” Setelah menerima klarifikasi itu, pihaknya pun akan menindaklanjuti. Di mana polisi akan menelusuri kepemilikan pelat palsu tersebut,” tutur  Kapolda.

Tambahnya Kapolda, kamera E-TLE sendiri telah dilengkapi dengan fitur ANPR (Automatic Number Plate Recognition). Di mana fitur tersebut mampu mengidentifikasi kesesuaian nomor pelat mobil dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) asli yang dikeluarkan pihak kepolisian. Sehingga plat-plat palsu yang digunakan oleh pengguna kendaraan dapat terdeteksi.

“Nantinya kami akan meneruskan berkasnya ke reskrim untuk diteliti siapa yang memalsukan (pelat nomor). Kan kamera E-TLE dikatakan kamera ANPR, sehingga secara otomatis nomor pelatnya ketahuan itu nomor pelat siapa,” jelas Kapolda.

Dilaporkan sebelumnya, pemilik mobil bernama Radityo Utomo (@rdtyou) melaporkan pengalamannya terkait E-TLE. Ia mengungkapkan, dirinya menerima surat konfirmasi E-TLE untuk pelanggaran sabuk pengaman dengan nomor polisi B 1826 UOR.

Ia pun mengecek surat konfirmasi tersebut, ia justru melihat gambar mobil yang bukan miliknya. Di mana mobil miliknya dengan nopol B 1826 UOR ialah Yaris 2012 berwarna putih. Sedangkan mobil yang terekam E-TLE berwarna gelap. Tak hanya itu, pengemudi yang terekam di dalam mobil itu juga bukan dirinya.

Merasa tak melakukan pelanggaran, terlebih mengantongi bukti-bukti terkait hal itu, ia pun langsung melakukan konfirmasi ke Satpas E-TLE di Pancoran. Petugas kepolisian pun segera memproses pembebasan blokir STNK milik Radityo dan berjanji akan menelusuri pemilik mobil Yaris pengguna pelat nomor palsu tersebut. (khoer)

 

Comment here

tiga puluh sembilan + = empat puluh dua