DaerahHukum

Perampok Dimarahi oleh Warga Saat Jalani Rekonstruksi di Lumajang

Lumajang, BNNews – Tim Cobra Polres Lumajang membawa Nur Ain (50), pelaku perampokan rumah spesialis cungkil jendela ke salah satu rumah warga yang pernah ia satroni di Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono untuk dilakukan rekonstruksi, Jumat (26/07/2019). Dalam kegiatan tersebut banyak warga datang dan menyaksikan jalannya rekonstruksi.

Sejak pertama kali dikeluarkan dari kendaraan Tim Cobra, Nur Ain langsung disoraki oleh warga yang geram dengan ulahnya. Warga juga semakin geram setelah mengetahui ternyata pelaku adalah warga Desa Selok Gondang Kecamatan Sukodono, yang tak lain adalah tetangga desa yang masih dalam satu kecamatan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres mengarak pelaku untuk diperlihatkan kepada warga sekitar rumah korban agar masyarakat bisa tahu pelaku perampokan di daerah mereka.

Nur Ain pun langsung meminta maaf kepada keluarga korban dengan menjabat tangan salah seorang warga bernama Endang dan mengucapkan maaf.

“Saya minta maaf ya bu, udah merampok di rumah ibu. Semoga motor ibu bisa ditemukan sama Tim Cobra,”ucap Nur Ain.

Salah satu keluarga korban yang masih emosi langsung mempertanyakan perbuatan dari tersangka.

“Nggak perlu sampai nangis begitu pak, sakit di kakimu karena ditembak Tim Cobra masih belum seberapa ketimbang sakit bapakku sekarang. Kamu lihat sendiri, kami susah payah mencari uang buat beli motor baru malah kamu ambil seenaknya. Sembilan belas juta bukan uang sedikit pak, sekarang mana kembalikan motor saya,” ucapnya dengan nada tinggi.

Selain itu, Roni yang merupakan tetangga korban juga menasehati tersangka.

“Kalau kamu mau kerja, ya.. yang halal pak jangan ngambil seperti ini. Malu pak sama keluarga, bagaimana kalau anakmu sedang asik bermain sama teman nya di sekolah terus diejek sebagai anak maling. Keluargamu pasti dikucilkan pak sebagai keluarga maling. Kalau sekarang memang kamu pasang wajah memelas, coba kalau belum di tangkap Tim Cobra yaa pasti masih sok jagoan kamu,” ungkapnya.

Kapolres Lumajang AKBP Dr Muhammad Arsal Sahban, SH SIK MM MH menyatakan, “Semoga nasehat-nasehat dari warga tadi bisa menyadarkan Nur Ain supaya kelak saat keluar penjara tidak mengulangi lagi perbuatannya. Warga tadi ada yang mengingatkan kalau seharusnya dia malu seandainya anaknya di sekolah dipanggil anak maling. Hal ini mudah-mudah bisa menjadi efek jera buat dia. Apalagi sudah 5 kali tertangkap dan sudah berulangkali keluar masuk penjara,” tutup Arsal.

Perlu diketahui, Nur Ain saat ini memiliki 2 orang anak laki-laki berumur 11 tahun dan 3 tahun. Mereka semua tinggal bersama istri pelaku di Desa Selok Gondang Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang.

Reporter: Suatman
Editor: HWP

Comment here

1 + enam =