DaerahHukum

Bupati Karawang Minta Warganya Hindari Rentenir Atau Bank Emok

Karawang, BNNews – Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana menyebut masih banyaknya warga Karawang yang terjerat hutang kepada rentenir atau Bank Emok. Kondisi ini diakui oleh Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana. Cellica mengatakan, jeratan Bank Emok sebenarnya sangat merugikan masyarakat. Minggu, (21/07/2019)

Cellica tidak main-main dengan para rentenir. Terlebih lagi, banyak rentenir berkedok koperasi atau perorangan datang ke kampung-kampung dengan mematok bunga tinggi. Sehingga Bupati Karawang itu mengeluarkannya Surat Edaran No. 660.2/67/Dinkop/I/2018 yang ditujukan kepada semua camat, kepala desa, para pelaku usaha perbankan, dan koperasi yang beroperasi di wilayah Kabupaten Karawang. Demikian disampaikan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana di Gedung Singaperbangsa, Kompleks Kantor Pemkab Karawang,(26/01/18) tahun lalu

“Surat edaran ini saya buat setelah kami melakukan kajian bahwa praktik rentenir yang marak hingga masuk ke pelosok pedesaan,larangan praktik rentenir dikeluarkan lantaran banyak koperasi atau perorangan secara terang-terangan mendatangi masyarakat hingga pedesaan dan mematok bunga tinggi,” tegasnya

Cellica meminta warganya menghindari para Rentenir tersebut.Pemkab akan mengalokasikan anggaran untuk permodalan usaha,saat ditanya solusi perihal maraknya warga yang terjerat rentenir.

Pemerintah Kabupaten Karawang membuat program bantuan permodalan untuk usaha kecil. Anggarannya, memang masih kecil. Namun, ke depan alokasi untuk permodalan usaha kecil ini akan ditingkatkan, sebutnya

Untuk mekanismenya selanjutnya silahkan menghubungi camat dan petugas terkait, adapun yang berhak mendapat bantuan permodalan ini khusus kepada usaha kecil yang sudah jalan (produktif),” tambahnya.

ellica juga menyebutkan, Seperti pedagang nasi uduk atau makanan khas Karawang. Sebab, usaha kecil ini modalnya tak terlalu besar. Dengan modal Rp 1 juta, mereka sudah bisa berjualan. Daerah yang sudah berubah jadi kota industri itu ternyata berbanding terbalik dengan kondisi masyarakatnya yang terpuruk dari segi ekonomi.

Wakil Ketua DPRD Karawang, Sri Rahayu Agustina mengatakan, pelaku usaha ultra mikro saat ini sulit mendapatkan pinjaman dari perbankan, Sehingga mereka seringkali dimanfaatkan oleh orang-orang yang menawarkan pinjaman dengan bunga tinggi yang biasa disebut bank emok (rentenir).

Keberadaan Bank Emok ini memang lebih mudah dan cepat dalam pencairan pinjaman.Namun ketika harus membayar seringkali mencekik masyarakat yang meminjamnya karena tingginya bunga yang dipatok,” kata Sri.

(Yendri/Khoer)

Comment here

dua puluh satu + = dua puluh tujuh