DaerahEkonomi

Forum Komunikasi UB Jabar Gelar Musyawarah Tingkatkan Kinerja Pengelolaan UB Se-Jawa Barat

BANDUNG, BNNewsForum komunikasi Usaha Bersama Provinsi Jawa Barat melaksanakan Musyawarah dan Pelatihan Peningkatan Kinerja Sumber Daya Manusia Pengelola Usaha Bersama (UB) se-Jawa Barat, Kegiatan tersebut bertempat di Aula Masjid Baitul Amal Jl. Marga Luhur Kec. Baleendah, Bandung, Jawa Barat. Sabtu pagi, ( 05/10/2019) pukul 09.00 WIB. Gelaran Acara tersebut diikut 100 peserta yang terdiri para ketua dan Pengurus UB Se-Jawa Barat.

Adapun susunan acara dan Para Pemberi Materi, Pembukaan dari MC H. Edi Sunandar, Pembacaan ayat suci Al-quran tahfidz cilik, Pengarahan dari wanhat forkom UB Jabar H. Yayat Hernawan, Pengarahan dari ketua forkom UB Jabar H. Achyar Nazaruddin, Pemateri belanja bersama H. Edi s dan H. Dani , Pendampingan UB dan rencana kerja UB Jabar periode Oktober 2019 sampai Desember 2019 H. Soewanto Rahardjo, Pemaparan dari tim Diklat UB, Pemaparan dari tim pemeriksa UB H Doli dan H Ucep, Simulasi upload laporan ke pusat H. Saeful habib, Penyampaian kesimpulan dari komisi 1 dan berikut tanya jawab musyawarah komisi 1 dan komisi 2 usaha peningkatan kinerja Jabar, dan Nasehat dan penutup doa UB Jabar.

UB merupakan program ekonomi kerakyatan yang dilakukan oleh Warga LDII untuk mendongkrak ekonomi dari kalangan bawah. Dalam pengelolaan UB selama ini, masih terdapat beberapa kendala sehingga pengelolaannya cenderung stagnan atau jalan di tempat. Hal ini dikarenakan masih banyaknya strategi, petunjuk, dan minimnya sumber daya di lapangan yang belum dipahami secara pasti mengenai pengelolaan UB yang efektif, efisien, dan modern.

Dalam pengelolaan UB, diperlukan taksiran pangsa pasar (market assessment), potensi omset yang akan terjadi, pelaku konsumen dan kompetitor, dan peluang yang dapat diciptakan atau dimunculkan ketika sudah berjalan.

Para Pemateri menganjurkan agar seluruh UB memiliki badan hukum seperti koperasi, yayasan, atau perusahaan. UB yang berbadan hukum harus melalui izin dari Kemenkumham, sedangkan yang tak berbadan hukum harus seizin dari Kemendagri. Keberadaan badan hukum itu akan menentukan kunci sukses UB dengan mitra usaha.

Hal ini perlu dilakukan guna pengefektifan manajemen dari UB itu sendiri dan siap untuk maju serta bekembang di kemudian hari. Aspek keuangan, keuntungan, kerugian, dan resiko yang terjadi itu mutlak harus diketahui oleh setiap pelaku bisnis, dalam hal ini yaitu manajemen UB,”

Dalam acara itu juga disinggung mengenai pengelolaan bisnis yang perlu memperhitungkan sumber pendapatan. Ini terkait resiko yang akan dihadapi nantinya. Ada tiga tipe bisnis yang akan dikelola oleh pelaku bisnis, yaitu low risk, medium risk, dan high risk.

Pertama, low risk merupakan usaha yang akan dilakukan dengan melihat peluang dan resiko yang kecil atau lemah. Contohnya, usaha tanah yang tidak bergerak, jual jasa, dan properti. Kedua, medium risk merupakan usaha yang akan dilakukan dengan memperhatikan resiko yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil atau menengah. Contohnya, usaha sembako dengan modal tiga puluh juta rupiah. Ketiga, high risk artinya usaha yang akan dilakukan dengan melihat peluang dan resiko yang tinggi. Misal, usaha di bidang saham yang modalnya bisa milyaran rupiah.

Para Pemateri menyarankan UB untuk masuk ke segmen usaha medium risk terlebih dahulu, agar mampu bersaing di pasar. “Kemudian, paling tidak UB harus untung 20-50% dari total omset. Setelah itu, UB dapat memasukkan ke segmen usaha yang low risk untuk mempermudah pasar bagi kalangan menengah ke bawah.

Menurut sejarah berdirinya, LDII membentuk UB saat terjadi krisis moneter pada 1998. menyatakan, selama hampir dua dekade, UB telah berjalan, bertumbuh, dan berkembang. Untuk itu Lilik menyarankan persiapan untuk menumbuhkan UB mulai saat ini agar kelak ketika besar semua pihak terkait sudah siap menghadapinya.

Selain itu, hal penting lain dalam membuka usaha adalah segmentasi usaha. Artinya, untuk memulai usaha harus bisa menentukan dan mencari segmentasi usaha. Mulai dari jenis kelamin, usia, penghasilan, dan harga produk. Dalam proses penjualan pula harus memakai strategi pemasaran yang lincah dan tepat sasaran agar tidak menghabiskan banyak energi. Misal, UB menjual sembako dengan mentarget para kaum ibu rumah tangga. Penjual UB harus menjual makanan kecil atau jajanan anak-anak agar ibu rumah tangga juga mau mampir dan melihat sembako yang dijual di UB.

Sementara itu, Para Pemberi materi terkait proses pengelolaan UB. Menurutnya, ada tiga pilar UB yang harus dijalankan oleh setiap pengelola UB, diantaranya lini produsen, lini kehalalan usaha yang syariah, dan penjualan (marketing) melalui situs penjualan online , Selain itu perlu juga mempertimbangkan sembilan kunci sukses dalam pengelolaan UB yakni produk, konsumen, channel distribusi, kepuasan pelanggan, proses, sumber daya, mitra, pendapatan, dan biaya.

Hal-hal yang dibahas dalam Musyawarah Forum komunikasi UB Jabar

Hasil Kegiatan Forum UB Jabar yang telah dilakukan Periode Agustus 2019 – September 2019, yaitu Pelaksanaan Hasil Musyawaroh Serentak pada tanggal 24-26 Agustus 2019 berikut hasil-hasilnya berupa Pendataan UB, Pembentukan Group WA Per Korwil juga Pembentukan tim Peningkatan Kinerja di setiap Korwil., 1. Unggulan, Peluang, kendala dari masing-masing Korwil, harapan dan bantuan yang diperlukan bagi pengembangan UB yang ada di wilayah-wilayah dengan adanya Forkom UB ini Pengumpulan usulan lembar masukan peserta musyawaroh dan pembahasan nya (sesuai waktu yang tersedia)., 2. Rencana Kegiatan Periode Oktober 2019 – Desember 2019 Pendampingan ke UB oleh Tim Peningkatan Kinerja di setiap wilayah Mengingatkan ke UB-UB dalam Penyusunan RKUB 2020, MPPS UB juga Pemeriksaan UB oleh TPUB Triwulan 3 dan 4, 3. Penyusunan Program Kerja per Korwil untuk disampaikan ke Wanhat di Korwil dan Tembusan ke Forkom UB Jabar berikut Pengusulan anggaran biayanya Masukan dari Peserta Musyawaroh Pokok Bahasan Musyawaroh Komisi 2 (UB-UB seluruh Bandung Raya, Cianjur dan Sumedang Informasi UB-UB di Bandung Raya, Cianjur dan Sumedang (Kemajuan, Masalah., 4. Peluang usaha, Kendala dan harapan yang diperlukan UB dengan adanya Korwil 4 Baraya) Penerapan Program Belanja Bersama, harapan, Kesiapan dari UB dengan akan diadakan program Pendampingan dari Tim Peningkatan kinerja dari Korwil 4 Baraya Mengingatkan ke UB-UB dalam Penyusunan RKUB 2020, MPPS UB juga Pemeriksaan UB oleh TPUB Triwulan 3 dan 4 Informasi Nama Pendamping dari Tim Peningkatan Kinerja Korwil 4 baraya., 5. Masukan dari Peserta Musyawaroh, dengan membacakan beberapa usulan tertulis dari UB yang langsung ditanggapi oleh nara sumber / peserta lainnya(sesuai waktu yang tersedia).

editor : Khoerudin Abdul Azis

Comment here

5 + tiga =