DaerahEkonomi

Ajheru’ Agung dan Festival Sangrai Kopi di Desa Kayu Mas Situbondo

SITUBONDO, BNNews – Kegiatan Ajheru’ Agung 29 Agustus 2019 Kali ini dibuka oleh Bupati Situbondo H.Dadang Wigiarto,SH bersama Wakil Bupati Situbondo Ir.Yoyok Mulyadi di Desa Kayu Mas Kecamatan Arjasa, Situbondo, Jawa Timur.

Kades kayumas Jalil menyampaikan dalam kegiatan ini dilaksanakannya demi menyambut HUT RI ke 74 sekaligus pertemuan antar warga, tema kegiatan yang di laksanakan adalah ajheru’ agung yang mana dalan arti selamatan Desa.

” Acara tersebut di kemas dengan adanya festival sangrai kopi, dan tradisi yang sudah turun temurun dari nenek moyang dengan maksud mensyukuri hasil komuditi yang di hasilkan di desa kayumas,” sebut Jalil.

Para juri melakukan penilaian dan pengkajian dari hasil pengolahan kopi

Menurut Jalil, Kegiatan ini akan terus di laksanakan acara tahunan kedepannya dan punya harapan yang besar.Karena baru di bersatukan pada tahun 2019, yang sebelumnya di laksanakan di tiap-tiap dusun di desa kayumas.

Proses sangrai kopi dari beberapa peserta

” Festival yang di laksanakan pada saat ajheru’ agung di ikuti oleh 128 peserta dan peserta di ikuti oleh khalayak umum namun masyarakat desa yang lebih di utamakan dalam festival tersebut. Adapun kegiatan ajheru’ itu di laksanakan apabila saat akan memanen kopi, tembakau, pete, dan jahe. Ada beberapa peserta yang belum bisa hadir karena suatu hal, namun masyarakat sangat antusias dengan pelaksanaan kegiatan ajheru’ agung dan Festival sangrai kopi,” katanya.

Jalil juga mengatakan, Bersamaan dengan selamatan itu sendiri di hadiri manager PTPN XII perhutani sekaligus sebagai juri penilaian lomba Festival dari 128 peserta, hasil sangrai yang dinilai adalah keseragaman bahan baku, keseragaman cita rasa dan juga aroma dan apakah ada cacat mutu dalam pengelolahannya.

” Bahan baku dasarnya adalah kopi yang di lombakan atau di munculkan adalah hanyalah kopi arabica, sedangkan untuk robusta tidak di ikutkan dalam tahun sekarang. sedangkan acara tersebut akan di rencanakan dan di adakan tiap tahun, bisa jadi kemungkinan besar peserta akan bertambah jumlahnya ditahun berikutnya,” paparnya.

Lebih lanjut menyebutkan, Estimasi peserta 128 yaitu terdiri dari 3 juri yang melakukan penilaian,diantaranya salah satu juri adalah manager perkebunan PTPN XII kayumas beserta staff bidang pengolahan yang di lombakan selain aroma atau cita rasa juga dinilai dari saat di seduh kemudian setelah di minum seberapa melekat rasa tersebut di rongga teggorokan.

Setelah melakukan penilaian ada beberapa saran saran yang disampaikan pada petani ataupun kelompok tani diantaranya harus menjaga konsistensi bahan baku,karena kopi yang bagus itu adalah buah kopi yang berwarna merah sempurna. Kalau bahan bakunya tercampur merah separuh atau banyak hijaunya maka akan cenderung tidak di sukai oleh pembeli.

” Selain itu harus ada kekompakan dan saat pengolahan harus juga seragam karena tampak bervariasi saat panen dan perlu pembianaan untuk petani dan harapan kedepan supaya pemerintah membantu, baik di dukung membuat regulasi dalam pendanaan dan pembinaan juga regulasi mengenai penjualan keluar daerah, karena kopi kayumas sangatlah bagus dan bahkan sudah di kenal sampai luar negeri,” pungkasnya. (Ady P)

Comment here

3 + tujuh =