Daerah

TNI Bantu Bangun Tembok Pembatas Lapangan Sepakbola Banyuputih Situbondo yang Roboh

Situbondo, BNNews – Terkait insiden robohnya pembatas tembok lapangan sepak bola di Banyuputih Situbondo menyebabkan situasi menjadi tidak nyaman terkait apa yang sudah diberitakan oleh salah satu media, namun keterangan yang didapat oleh awak media BNNews Situbondo tentunya berbeda dengan apa yang terjadi.

Robohnya pagar tembok lapangan terjadi bukan karena konstruksi yang kurang baik, namun adanya tekanan angin yang sangat keras yang dihasilkan oleh pesawat helikopter yang berjumlah 7 helikopter yang mendarat. Kepala Desa Banyuputih H Juharto menyebutkan bukan karena konstruksi bangunan yang tidak bagus, namun karena faktor lain yang menyebabkan robohnya tembok tersebut.

Saat dimintai keterangan bersamaan pula disampaikannya jawaban oleh Danramil Banyuputih Kapten Edi Supriono menyampaikan keterangan yang sama bahwa insiden kecil robohnya pagar tembok lapangan memang berasal dari tekanan angin yang cukup besar yang dihasilkan oleh helikopter yang mendarat saat itu.

H Juharto juga mengatakan bahwa tembok tersebut dibangun diperuntukkan hanya untuk lapangan sepak bola saja sebagai sarana olah raga yang digunakan masyarakat sekitar, bukan untuk yang lainnya seperti yang sudah terjadi.

Namun H Juharto tidak merasa keberatan untuk landasan turunnya heli, karena demi Bela Negara dan kemajuan Bangsa apalagi sudah ada itikad baik dari pihak yang sudah memberikan bantuan material paska kejadian.

Edi Supriono menambahkan, saat ini segera akan dilakukan serah terima bantuan material berupa semen dan pasir kepada Kepala Desa Banyuputih setempat yang datangnya dari kesatuan TNI sekaligus penanggungjawab jika ada insiden kerusakan yang ditimbulkan dari latihan tersebut.

Edi juga menambahkan sebelum ada kegiatan latihan tersebut sudah mendapat laporan bahwa terjadi kerusakan pagar tembok lapangan di wilayah Desa Banyuputih. Informasi awal yang diterima menyebutkan ada gedung olahraga di sekitar Banyuputih namun Edi menjawab tidak ada GOR yang dimaksud kepada pihak penyelenggara.

Hal ini kemudian ditindaklanjuti kepada kepala desa setempat (Banyuputih) dan dikoordinasikan tentang akan ada kegiatan latihan gabungan dengan Amerika Serikat bernama Garuda Steel di daerah Banyuputih.

Setelah dirembuk dan disepakati oleh pihak yang terlibat di dalamnya, kemudian Babinsa setempat menghubungi Kepala Desa Banyuputih melakukan pertemuan di kediaman kepala desa, menyampaikan jika ada semacam latihan pastilah ada dampak meskipun skala kecil sekalipun.

Menurut Edi, sesuai dengan perencanaan yaitu pengendalian kerusakan di daerah supaya TNI proaktif menangani jika ada kerusakan yang ditimbulkan dan mengkomunikasikan dengan pihak yang terkena dampak oleh kerusakan yang ditimbulkan.

Reporter: Ady Purnomo
Editor: HWP

Comment here

satu + 4 =