DaerahKesehatan

Stikes Halmahera Maluku Utara Temukan Anti Virus HIV

Ambon, BNNews – Prestasi gemilang kembali diraih oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Halmahera. Kampus yang tepatnya berada di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara (Malut) ini mampu mengharumkan Indonesia dan, bahkan mampu menaikan posisi peneliti Indonesia hingga pada skala internasional. Pasalnya, Institusi ini berhasil menemukan anti virus HIV AID dari herbal halmahera, yakni dari buah tuis (red fruit golobe).

Buah ini ditemukan tumbuh di tanah Halmahera. Ketua Stikes Halmahera, Dr dr Arend Laurence Mapanawang Sp PD finasim, mengatakan, peneliti Stikes Halmahera telah masuk kelas dunia. Pun, kata Mapanawang, ini yang menarik. Karena di Indonesia sendiri untuk penelitian kurang diperhatikan. Namun, lewat hasil riset kearifan lokal Halmahera melalui Program Studi (Prodi) Farmasi Stikes Halmahera yang saat ini telah mengembangkan 30-an bahan lokal. Dan, dari beberapa laboratorium hasil kerja samanya telah membuahkan hasil.

“Buah Golobe (tuis) Zingibeecea Halmahera yang tahapan awal penemuan antioksidan terbaik buah- buahan saat ini dengan 6,5 ng/ml,” ujar Mapanawang.

Buah Golobe mempunyai sebutan lain yaitu Pining bawang (Hornstedtia alliacea-Jawa) atau Ketimbang Ketanim (Lampung). Golobe adalah sejenis tumbuhan penghasil buah anggota suku jahe-jahean (Zingiberaceae). Buahnya yang manis agak masam biasa dimakan dalam keadaan segar.

Selanjutnya, laboratorium kimia Lipi mengidentifikasi senyawa aktivitas anti kanker payudara. Pun, laboratorium Primata IPB berhasil menemukan senyawa yang punya keunggulan dibandingkan dengan salah satu obat HIV Aids dan hepatitis.

“Saat ini menunggu hasil. Lanjutan baik invitro maupun invivo uji pada hewan maupun pada manusia,” jelas Mapanawang.

Dikatakannya juga, hasil uji laboratorium primata IPB antara ekstrak golobe dan lamivudine sebagai anti retrovirus HIV dan Hepatitis mampu menghabisi virus dengan uji MMT.

“Sementara dengan uji laboratorium Labtiab Serpong ditemukan aktivitas anti kanker buah dada,” katanya lagi.

Selain itu, kata kandidat guru besar ini, dengan begitu, tidak menutup kemungkinan jika dapat berkembang sebagai obat anti HIV AIDS yang sampai saat ini belum mampu menuntaskan virus secara total.

Bahkan, kata Mapanawang, saat ini Golobe Halmahera sudah dipatenkan.

“Setelah Golobe, ada beberapa jenis kearifan lokal lainya yang ditemukan. Seperti biji Langsat untuk anti malaria, Laor untuk anti kolesterol dan kesehatan jantung. Di mana memiliki omega lengkap baik omega 3.6.dan 9 serta beberapa jenis lainya yang dalam tahap proses,” imbuhnya.

Untuk pengembangan produksi herbalove di Tobelo saat ini menunggu izin BPOM Jakarta yang tak lama lagi karena sudah beberapa kali perbaikan.

Dr dr Arend Laurence Mapanawang Sp PD finasim menjadi pembicara pada konferensi internasional di Las Vegas, Amerika Serikat tanggal 18 sampai 19 April 2018 kemarin.

(HWP)

Comment here

+ 69 = tujuh puluh satu