DaerahKesehatan

Para Pegawai SAR Surabaya Disuntik Vaksin Anti Tetanus

Surabaya, BNNews – Para Pegawai Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya mendapatkan suntikan vaksin anti tetanus, pada Jum’at (12/7/2019). Bagi para rescuer khususnya, pemberian vaksin ini sangat bermanfaat untuk mencegah mereka terinfeksi bakteri Clostridium Tetani atau bakteri tetanus pada saat bekerja melaksanakan operasi SAR.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, Prasetya Budiarto mengatakan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dalam hal ini Dinas Kesehatan, memberikan suntikan vaksin ini sebagai bekal bagi para rescuer saat menjalankan tugas Operasi SAR yang rentan terkena infeksi tetanus.

Mengapa demikian? Karena saat melaksanakan tugas operasi SAR yang beresiko tinggi, para rescuer berpotensi mendapatkan luka, misalnya luka akibat tidak sengaja terjatuh, luka gores, luka bakar, luka tusuk (paku) dan sengatan / gigitan binatang. Luka inilah yang menjadi media bagi bakteri tetanus untuk masuk ke dalam tubuh.

Dikutip dari artikel di laman biofarma tentang Imunisasi DPT (22 Agustus 2014), bakteri yang masuk ke tubuh melalui luka ini akan berkembang biak dan membentuk racun yang berbahaya. Racun inilah yang merusak sel susunan saraf pusat tulang belakang yang menjadi dasar timbulnya gejala penyakit.

“Vaksin anti tetanus ini akan diberikan sebanyak tiga kali secara bertahap. Setelah mendapatkan suntikan pertama, para pegawai Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya akan mendapatkan suntikan vaksin anti tetanus setelah satu bulan berlalu,” kata Prasetya.

Senada dengan hal tersebut, seperti dikutip dari artikel di laman klinikvaksinasi.com tentang Vaksin Tetanus (20 Mei 2015), tubuh akan terangsang untuk membentuk antibodi toksin tetanus setelah mendapatkan suntikan yang pertama.

Selang satu bulan sejak suntikan pertama, para pegawai Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya akan diberikan suntikan vaksin anti tetanus yang kedua. Suntikan kedua ini berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh di atas garis proteksi minimal. Antibodi ini akan bertahan dalam tubuh minimal selama lima tahun.

Kemudian selang waktu enam bulan setelah mendapatkan suntikan kedua, suntikan vaksin anti tetanus yang ketiga akan diberikan untuk semakin meningkatkan anti bodi jauh berada di atas garis proteksi minimal dan lebih lama, yaitu selama 10 tahun.

“Pemberian vaksin anti tetanus ini adalah salah satu bentuk komitmen Kami selaku Pimpinan untuk memberikan jaminan kesehatan bagi para pegawai Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, baik bagi ASN maupun PPNPN (Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri),” ujar Prasetya.

(Khoer/hms)

Comment here

44 + = lima puluh tiga