DaerahKesehatan

Kerjasama Polres Lumajang, BNNK Dan RS Bhayangkara Sediakan Tempat Rehabilitasi Pecandu Narkoba Secara Gratis

Lumajang, BNNews – Pusat pelayanan rehabilitasi pecandu Narkoba di RS Bhayangkara Lumajang telah dibuka. Layanan ini kerjasama antara Polres Lumajang, RS Bhayangkara, BNNK Kabupaten Lumajang dan Dinas Kesehatan Lumajang yang bertujuan untuk memberantas penyalahgunaan narkoba dengan merehabilitasi para pecandu narkoba, bahkan disiapkan rawan inap bagi pecandu narkoba.

Para pecandu narkoba yang ingin berhenti dari kecanduan bisa melapor ke puskesmas atau langsung ke RS Bhayangkara. Program rehabilitasi ini gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun karena sudah dibiayai negara melalui Kementerian Kesehatan.

Pelayanan gratis hanya diberikan khusus untuk kasus yang berkaitan dengan Narkotika. Pelayanan yang diberikan mulai dari rawat inap, Treatment Assesment Terpadu selama 6 hari dan terapi untuk tempering of sampai kasus OD (Over Dosis).

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH ketika ditemui di kantornya, Rabu (31/07/2019) mengungkapkan, “Saya tidak akan lelah untuk menumpas peredaran narkotika, tetapi kapasitas tahanan akan penuh jika terus diisi oleh para pelaku penyalahguna obat terlarang tersebut. Maka dari itu dibuatlah pelayanan rehabilitasi ini. Sebelum kalian diburu Tim Cobra dan mendapat hadiah baju tahanan, alangkah baiknya jika para pecandu untuk bertobat. Pemerintah sudah memfasilitasi dengan layanan gratis pengobatan bagi pecandu narkoba.”

Kapolres juga menghimbau orangtua, sekolah maupun lingkungan untuk segera merehabilitasi korban kecanduan narkotika.

“Saya himbau kepada orang tua, atau pihak sekolah maupun lingkungan si pecandu narkoba untuk bisa mambawa si pecandu narkoba tersebut ke RS Bhayangkara untuk direhabilitasi. Semuanya Gratis, tidak dipungut biaya” ungkap Arsal.

Kepala RS Bhayangkara AKBP dr Sri Handayani, MM menjelaskan,“Selain pelayanan rehabilitasi kami juga menyiapkan dokter jiwa dan dokter dalam untuk memaksimalkan upaya rehabilitasi para pecandu narkotika. Nantinya para pecandu narkoba akan melewati beberapa tahap yakni Tahap Pemeriksaan, untuk mengetahui seberapa besar tingkat kecanduan si pemakai narkoba tersebut. Jika ternyata si pecandu narkoba mengalami depresi, halusinasi, dan gangguan perilaku lainnya, maka terapis akan melakukan konseling terlebih dahulu. Setelah itu, baru dilakukan rehabilitasi untuk menghilangkan candu narkoba tersebut.”

Sri juga menjelaskan adanya tahapan detoksifikasi agar pecandu benar-benar bebas 100 persen dari konsumsi narkoba, dan selanjutnya tahapan stabilisasi yaitu pemulihan jangka panjang supaya kedepan tidak lagi terjerat kasus narkoba.

Kepala BNNK Kabupaten Lumajang, AKBP Indra Brahmana sangat mendukung adanya tempat rehabilitasi pecandu narkoba tersebut.

“Kami sangat mendukung kegiatan rehabilitasi pecandu narkoba. Tugas utama BNN adalah memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya, jadi dengan adanya layanan rehabilitasi pecandu narkoba di Lumajang akan sangat membantu tugas-tugas kami. Sinergitas pemberantasan Narkoba akan saya galakkan terus di Lumajang, “ jelas Indra.

Sementara itu, Ismuningsih yang mewakili Kadinkes Lumajang menyatakan, “Kami sangat mendukung program ini, dan saya akan instruksikan ke puskesmas-puskesmas agar menerima para pelapor pencandu narkoba yang ingin terbebas dari kecanduan narkoba. Setelah itu dari puskesmas dirujuk ke RS Bhayangkara Lumajang untuk diobati.”

Ismuningsih menyatakan sumber daya manusia, peralatan dan obat-obat sudah tersedia di RS Bhayangkara Lumajang untuk mendukung program rehabilitasi tersebut.

Reporter: Suatman
Editor: HWP

Comment here

6 + tiga =