Daerah

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold E.P. Hutagalung Raih Gelar Doktor Human Trafficking

Jakarta, BNNews – Institusi Polri, khususnya Polres Pelabuhan Tanjung Priok patut berbangga. Pasalnya, AKBP Reynold E.P. Hutagalung, yang memimpin Kapolres Pelabuhan sekitar 7 bulan meraih gelar Doktor Ilmu Human Trafficking (perdagangan manusia) di Program Pascasarjana, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Gedung PTIK, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (30/7/2019).

Promosi gelar Doktor tersebut diraih dari hasil penelitian disertasi berjudul “Perbudakan Modern Anak Buah Kapal Ikan (ABKI) Asal Indonesia”. Dimana Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang Dalam Perspektif Kepolisian.

Dihadapan penguji (Promotor) Profesor, Dr, der, Soz, Gumilar Rusliwa S, Dr, A. Wahyurudhanto, M.Si, dan Dr. Robertus Robet, disertasi yang dipaparkan memfokuskan pada perdagangan orang untuk tujuan kerja paksa khususnya yang melibatkan para ABKI yang diperdagangkan di kapal penangkap ikan asing di laut internasional.

Dari penelitiannya, ternyata didalam UU No.21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO), TPPO terhadap ABKI belum diatur secara eksplisit. Untuk menangani persoalan TPPO terhadap ABKI, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya meski belum bisa dikatakan efektif untuk mengatasi masalah.

Dalam konteks pemolisian, untuk penanganan yang lebih baik terhadap kasus TPPO ABKI atau kasus lain dimana korban pelapor berada dalam kondisi tereksklusi atau termarjinalisasi, maka disertasi ini menawarkan solusi yaitu penerapan Pemolisian Inkusif.

“Pemolisian Inklusif adalah suatu sistem pelayanan kepolisian yang didesain secara khusus untuk dapat memenuhi hak kalangan tertentu yang terpinggirkan dan atau belum terakomodir dalam definisi legal formal, dalam hal ini korban TPPO ABKI, agar dapat berpartisipasi secara wajar dalam proses penegakan hukum untuk memperoleh rasa keadilan,” kata AKBP Reynold.

Disertasi ini, kata AKBP Reynold diharapkan dapat memberikan setidaknya dua manfaat, yaitu manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kajian fenomenologi khususnya yang menggunakan konsepsi konstruksi sosial.

“Sementara secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kebijakan nasional yang telah ada dan meningkatkan praktek penanganan TPPO ABKI yang dilakukan oleh kepolisian dimasa mendatang,” ucap AKBP Reynold.

(khoer/poldametrojayadotinfo)

Comment here

limabelas + = enambelas