DaerahKeamanan

Dir.Binmas Polda Jabar Lantik 308 Dai LDII Jabar Sebagai Bentuk Kemitraan LDII Dan Polri

Bandung, BNNews – Direktur Binmas Polda Jawa Barat Kombes Pol Badya Wijaya,SH.MH., melantik sebanyak 308 Dai Kamtibmas dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sebagai mitra Polda Jabar dalam mengayomi masyarakat untuk menciptakan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Peserta Dai Kamtibmas yang dilantik merupakan peserta latihan yang dilaksanakan pada tahun 2018 yang lalu, yang berasal dari seluruh wilayah Jabar, bertempat di Sekretariat DPW LDII, Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/07/2019).

Tampak hadir dalam acara itu DirBinmas Polda Jabar Kombes Pol Badya Wijaya SH MH, Kabag Binops DitBinmas Polda Jabar AKBP Suminta beserta jajaran. Hadir pula jajaran pengurus DPW LDII Jabar yakni Drs. H. Bahrudin, MM (Ketua), H. Kayat Sukayat, SPd (Sekretaris) beserta jajarannya. Selain itu hadir pula seluruh ketua DPD LDII se-Jabar dan para dewan penasehat serta para peserta dai kamtibmas.

“Setelah pelatihan kader dai kamtibmas pada tahun lalu, kami mengapresiasi LDII karena turut membantu membuat suasana di masyarakat menjadi kondusif, apalagi menjelang dan setelah pelaksanaan pileg dan pilpres kemarin,” ujar Badya, saat menyerahkan secara simbolik Kartu Tanda Anggota (KTA) dan jasket kepada perwakilan peserta dai kamtibmas di Sekretariat DPW LDII Jabar, Jumat (26/07/2019).

Badya menambahkan, untuk menangani potensi konflik yang belakangan ini sempat membesar, peranan dai kamtibmas sangat vital. Keberadaan dai kamtibmas merupakan mitra masyarakat yang dibentuk Polri untuk menangani konflik sosial.
“Bahkan di beberapa daerah ada aliran radikal yang inginnya selalu ribut. Ini tidak dibenarkan dalam Islam. Alhamdulillah, berdasarkan pantauan kami, LDII saat ini berada dalam yang benar. Selalu membela Merah Putih. Ini tugas kita untuk mengajak kelompok lain juga membela Merah Putih,” urainya.

Menurutnya, potensi konflik di beberapa daerah di Indonesia seperti di Papua dan Aceh cukup tinggi karena ada pihak yang sengaja memicunya. Bermula dari masalah seperti perebutan tanah dan lainnya. “Polisi untuk menangani konflik itu terkadang terkendala HAM. Pemicu konflik lain yakni pelecehan terhadap pemimpin negara yang merupakan simbol kebesaran negara. Seharusnya itu tidak boleh terjadi. Alhamdulillah pemimpin kita baik. Selama pemimpin baik, insya Allah negara juga baik,” pungkas Badya.

Sementara Bahrudin mengatakan, LDII bersama ormas Islam lainnya mempunyai peranan dan fungsi yang sama untuk membantu visi dan misi pemerintah pada lahan garapan masing-masing. “Jadi LDII harus berperan membangun masyarakat Islami madani dengan penuh kenyamanan melalui green dakwah yang memberikan dakwah sejuk kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Bahrudin menjelaskan, pelatihan dai kamtibmas telah dilaksanakan tahun 2018 lalu dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat. “Melalui dai kamtibmas ini akan menjadi PR bagi kami, apakah seluruh anggota dai kamtibmas ini bisa bersinergi hingga tingkat kecamatan dalam 3-6 bulan ke depan. Yakni melakanakan tugas ustad di tingkat kecamatan,” pungkasnya.

Reportase : M.Yusup
Redaktur. : K.Abdul Azis

Comment here

36 + = empat puluh enam