DaerahPolitik

Aksi Demo Pemilihan Cawabup Bekasi Tuntut Para Pejabat Pemkab Bersikap Netral

Bekasi, BNNews – Aksi unjuk rasa atau demo yang dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GMBI menuntut netralitas dari Pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi terjadi Kamis (11/07/2019) pagi tadi, sekira pukul 10.00.
Aksi demo yang dilakukan oleh sekira 100 orang tersebut dipimpin oleh H. Rahmat Gunasin (Boksu) dan berlokasi di komplek Perkantoran Pemkab Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Pemerintah Pemkab Bekasi menurunkan pengamanan 20 orang personil Polsek Cikarang Pusat, 5 orang personil TNI, dan 20 orang personil Satpol PP.

Para peserta aksi demo meneriakkan tuntutan agar Bupati dan pejabat PemKab Bekasi untuk bersikap netral terkait pemilihan calon Wakil Bupati Bekasi.

Setelah meneriakkan tuntutan tersebut selama kurang lebih dua jam, para peserta demo akhirnya diterima oleh pejabat Pemda kabupaten Bekasi.

Peserta aksi demo diwakili oleh 5 orang termasuk H.Rahmat Gunasin sedangkan dari Pemkab diwakili oleh Asisten Sekda III (Asda) Kabupaten Bekasi, 2 perwakilan Satpol PP dan Kapolsek Cikarang Pusat, AKP Somantri.

Pada pertemuan tersebut disampaikan isi tuntutan aksi unjuk rasa, yaitu
1. Menduga adanya oknum pejabat Pemkab Bekasi yang terlibat jual beli jabatan terkait pencalonan Wakil Bupati Kabupaten Bekasi. Hal ini terkait masih ada mantan para pejabat yang sedang dalam proses hukum yaitu mantan Bupati Kabupaten Bekasi Hj. Neneng Hasanah Yasin beserta Mantan pejabat Kabupaten Bekasi. Pendemo menduga tidak menutup kemungkinan pejabat saat ini diduga terseret kasus jual beli jabatan atau gratifikasi, untuk itu agar para pejabat fokus untuk melaksanakan tupoksinya masing-masing.
2. Meminta kepada Bupati Kabupaten Bekasi untuk tidak merekomendasikn kepada DPRD Kabupaten Bekasi terkait calon wakil Bupati sebelum pelantikan presiden terpilih.
3. Meminta kepada Bupati Bekasi untuk membubarkan panitia apalagi membentuk panitia dalam penseleksian Calon Wakil Bupati Bekasi.

4. Meminta ASN untuk netral dan kepada Bupati Bekasi, H. Eka Surya Atmaja SH agar lebih fokus kepada Tupoksinya dan tidak terlibat dalam proses penseleksian calon wakil Bupati Kabupaten Bekasi.

H. Suhup Asda III selaku wakil pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan pernyataan terkait tuntutan tersebut.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada saudara semua yang sudah mengingatkan kita semua untuk terhindar dari pelanggaran tersebut. Saya atas nama perintah pimpinan dan mohon maaf Bapak Bupati tidak bisa hadir karena beliau ada kegiatan dinas luar maka saya yang diberi mandat untuk memfasilitasi maksud dan tujuan saudara,” papar Suhup.

Suhup berjanji akan menyampaikan kepada Bupati terkait tuntutan para pengunjuk rasa.

“Penyampaian ini nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan, karena saya bukanlah pejabat pengambil kebijakan tersebut,” pungkasnya.

Reporter: Henricus Agung Nugroho
Editor: HWP

Comment here

+ delapan puluh tiga = delapan puluh sembilan